KATA SAMBUTAN BLOGGER TGL PEMBUATAN 01 MEI 2013

PERHATIAN BUAT TEMAN-TEMAN SEMUA YANG SELALU MENGUNJUNGI BLOGGER SAYA JIKA INGIN MAKALAHNYA LENGKAP DARI BAB I SAMPAI BAB III /IV SILAHKAN DI DOWNLOAD FILENYA , OK....

Thursday, July 11, 2013

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH PENERAPAN RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS NASABAH

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Loyalitas nasabah perbankan di Indonesia menurut survei yang dilakukan oleh Mc Kinsey (2000:14) dalam Ratih Hurriyati (2008:10) terhadap 427 responden dari kelompok berpenghasilan menengah dan tinggi menunjukkan bahwa mereka sangat loyal dengan banknya dan sangat puas dengan layananya, tetapi mereka juga tetap mau pindah ke bank lain yang memberikan layanan yang sesuai dengan keinginannya atau lebih baik.
Pada tahun 1992 Indonesia memperkenalkan dual banking system (sistem perbankan ganda) yaitu sistem bank konvensional dan bank syari`ah yang diizinkan beroperasi berdampingan (Republika Online: 2008). Praktek perbankan berdasarkan prinsip bagi hasil benar-benar diterapkan sejak tahun 1998 pada saat dikeluarkannya perubahan Undang-Undang Perbankan dengan UU No.10/1998. Kegiatan bank berdasarkan prinsip bagi hasil pada dasarnya merupakan perluasan jasa perbankan bagi masyarakat yang membutuhkan dan menghendaki pembayaran imbalan yang tidak didasarkan pada sistem bunga melainkan atas dasar prinsip bagi hasil jual beli sebagaimana digariskan dalam syari`at Islam.
Abdul Musowir
Analisis Pengaruh Penerapan Relationship Marketing Terhadap Loyalias Nasabah
Menyikapi kondisi di atas maka, banyak bank berupaya untuk mencari alternatif strategi yang tepat dalam lapangan persaingan baru. Perusahaan pada umumnya menginginkan bahwa pelanggan yang diciptakan dapat dipertahankan selamanya, karena pelanggan yang loyal merupakan aset terbesar yang harus dijaga perusahaan. Mempertahankan pelanggan menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan. Melihat kondisi tersebut, maka upaya yang dilakukan oleh suatu bank untuk mempertahankan nasabahnya dimaksudkan agar nasabah mau kembali dan membeli produk yang ditawarkan oleh bank tersebut. Peningkatan keuntungan juga merupakan faktor dari mempertahankan pelanggan lama, hal ini didasarkan hasil penelitian Winer bahwasanya Jika perusahaan berhasil mendorong retensi (tingkat belanja ulang) 1% saja dari jumlah pelanggan lama, perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan keuntungan sebesar 5% (Housny : 2006).
Mencermati hal tersebut maka Bank Rakyat Indonesia (BRI) memandang fenomena ini sebagai peluang bisnis yang besar. Sebagai implementasi dari misi, visi, dan sasaran jangka panjang, manajemen BRI telah berkomitmen untuk memasuki persaingan bisnis perbankan



UNDUH-FILE/BACA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment