KATA SAMBUTAN BLOGGER TGL PEMBUATAN 01 MEI 2013

PERHATIAN BUAT TEMAN-TEMAN SEMUA YANG SELALU MENGUNJUNGI BLOGGER SAYA JIKA INGIN MAKALAHNYA LENGKAP DARI BAB I SAMPAI BAB III /IV SILAHKAN DI DOWNLOAD FILENYA , OK....
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

MAKALAH PENDIDIKAN WAJIB BELAJAR 9 TAHUN DAN PENINGKATAN KUALITAS SDM



BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang Masalah
Sejak awal kemerdekaan para pendiri negara (the founding fathers) telah memiliki komitmen untuk memnuhi hak asasi rakyatnya untuk memperoleh pendidikan seperti yang termaksud dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mencantumkan tujuan nasional, mencerdaskan kehidupan bahas yang secara konstitusional menjelma ke dalam pasal 31 UUD 1945, ayat (1) yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran, sedangkan ayat (2) menegaskan kepada pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasonal.
Sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2, maka berdasarkan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, maka tujuan pendidikan nasional ditetapkan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

1.2         Beberapa Kajian Teori
Menurut Muhibbin Syah yang merujudk kepada pemikiran Jean Piaget dan L. Kohlberg mengemukakan bahwa pendidikan di lihat dari sudut psikologis merupakan upaya penumbuh kembangkan sumberd aya manusia melalui proses hubungan interpersonal yang berlangsung dalam lingkungan masyarakat yang terorganisir dalam hal ini masyarakat Pendidikan dan keluarga. (Muhibbin Syah, 1995).
Pandangan yang hampir senada dikemukakan oleh Lawrence E. Shapiro (199), Daniel goleman (1997), bahwa pendidikan berperan untuk mengembangan kecerdasan kognitif dan kecerdasan emosional, lalu ia menambahkan bahwa kedua kecerdasan ini harus dicapai secara bersama-sama, sebab betapa banyak orang yang memiliki kecerdasan kognitif yang tinggi, tetapi kecerdasan emosionalnya rendah sehingga ia gagal dalam menjalankan tugas yang diembannya.

1.3         Kesenjangan Antara Harapan dan Kenyataan
Program Wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun diharapkan mampu mengantarkan manusia. Indonesia pada pemilikan kompetensi Pendidikan Dasar, sebagai kompetensi minimal. Kompetensi Pendidikan Dasar yang dimaksudkan, mengacu pada kompetensi yang termuat dalam pasal 13 UU No. 2/1989 yaitu kemampuan atau pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta untuk engikuti pendidikan yang lebih tinggi (pendidikan menengah). Hal ini juga relevan dengan unsur-unsur kompetensi pendidikan dasar yang harus dikuasai lulusan seperti yang diidentifikasi oleh The International Development Research Center, meliputi : (1) kemampuan berkomunikasi ; (2) kemampuan dasar berhitung; (3) pengetahuan dasar tentang negara, budaya, dan sejarah; (4) pengetahuan dan keterampilan dasar dalam bidang kesehatan, gizi, mengurus rumah tangga dan memperbaiki kondisi kerja, dan (5) kemampuan berprestasi secara aktif dalam masyarakat.


MAKALAH WAJIB BELAJAR 9 TAHUN DAN MUTU PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Pelaksanaan dan ketuntasan program wajib belajar juga mampu mengurangi angka kemiskinan. Mellui pendidik ini pula, bangsa indonesia mampu mencapai cita-cita, yaitu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia. “Pendidikan dan kekuatan”, maka bangsa Indonesia akan segera terbebas dari kebioodohan dan kemiskinan serta menjadi bangsa yang unggul pada kompetensi global.
Lebih lanjut, wajib belajar merupakan fondasi bagi pengembanganm, jenjang pendidikan lebih lanjut dan kemajuan peradaban bangsa khususnya dalam menghadapi tantangan dan perkembangan zaman dan kompetensi tingkat global. Pendidikan dasar juga mampu mewujudkan masyarakat yang cerdas, dan ekonomi yang mapan sehingga negara menjadi maju.

1.2         Landasan
Dalam PP nomor 29 tahun 1990 dapat kita lihat adanya dua sasaran yang ingin dicapai yaitu ; (1) pembekalan kemampuan dasar yang dapat dikembangkan melalui kehidupan; (2) kemampuan dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan Hadari Nawawi (1994), tujuan pendidikan dasar adalah untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah.


MAKALAH HUBUNGAN ANTAR KEPEMIMPINAN DAN KEDISIPLINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI



BAB I
PENDAHULUAN


A.            Latar Belakang Masalah
Suatu negara pasti memiliki presiden, wakil presiden dan di bantu oleh para mentri, guru kelas / wali kelas merupakan presiden yang berkedudukan di dalam kelas. Dalam menjalankan roda pemerintahan di dalam kelas guru kelas / wali kelas di bantu oleh ketua kelas dan perangkat kelas lainnya.
Guru kelas/wali kelas adalah orang yang bertanggung jawab segala sesuatu yang ada di dalam kelas. Dalam menjalankan tugasnya guru kelas / wali kelas harus memiliki garis – garis besar yang tertuang dalam rencana angenda kelas, program semesteran program tahunan.
Dari semua itu bagaimana seorang pimpinan bisa memberikan motivasi baik kepad para pegawainya maupun kepada para peserta didiknya sebuah motivasi yang bisa menumbuhkan semangat di dalam kerjanya.
Bagaimana cara pimpinan di dalam memberikan atau menyampaikan sebuah ide/gagasan terhadap bawahannya tetapi tetap menjaga keharmonisan di dalam rumah tangga sekolah semua itu demi tercapainya cita – cita terutama peningkatan mutu pendidikan dan meingkatkan minat belajar siswa.

B.             Hipotesis Yang Di Ajukan
1.             Motivasi kerja pegawai pada MTs Al-Ishlah Kadugede di pengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan faktor kedisiplinan.
2.             Pengaruh faktor kepemimpinan lebih besar dari pada pengaruh kedisiplinan terhadap motivasi kerja pada MTs Al-Ishlah Kadugede.

C.             Tujuan Dari Penelitian
1.             Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai pada MTs Al-Ishlah
2.             Untuk mengetahui faktor mana di anatar faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi kerja tersebut yang pengaruhnya lebih tinggi.



UNDUH-FILE/BACA