KATA SAMBUTAN BLOGGER TGL PEMBUATAN 01 MEI 2013

PERHATIAN BUAT TEMAN-TEMAN SEMUA YANG SELALU MENGUNJUNGI BLOGGER SAYA JIKA INGIN MAKALAHNYA LENGKAP DARI BAB I SAMPAI BAB III /IV SILAHKAN DI DOWNLOAD FILENYA , OK....
Showing posts with label TUGAS SEKOLAH. Show all posts
Showing posts with label TUGAS SEKOLAH. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA



KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA


A.        Kehidupan Awal Manusia Indonesia
1.         Teori Kehidupan Di Bumi
Zaman Arkaekum yaitu zaman tertua dan diperkirakan sekitar 1500 juta tahun.
Zaman Palaeozoikum berusia sekitar 340 Juta tahun.
Zaman Mesozoikum berusia sekitar 140 juta tahun
Zaman neozoikum / kainozoikum berusia sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
-           Zaman Tersier
-           Zaman Kuarter
2.         Pendapat Para Ahli Mengenai Kehidupan Awal
Teori-teori yang mendukungnya dikenal dengan teori imigrasi. Menurut teori imigrasi terdapat beberapa petunjuk tentang keberadaan masyarakat awal di kepulauan Indonesia.
a.        Prof. Dr. H. Kern dengan teori imigrasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Teorinya itu didukung oleh perbandingan Bahasa, karena bahasa-bahasa yang dipakai di kepulauan indonesia, polinesia, malanesia, micronesia, berawal dari satu akar bahasa yang bernama bahaasa Austronesia.
b.        Van Heine Gelden berpendapat bahwa abangsa indonesia berasal dari daerah Asia. Pendapatnya ini didukung oleh artefak-artefak (bentuk budaya) yang ditemukannya di indonesia memiliki banyak persamaan dengan yang ditemukan di daratan Asia.
c.         Prof. Mohammad yamin berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil-fosill dan artefak-artefak tertua dengan jumlah terbanyak yang ditemukan di daerah Indonesia.
Sedangkan berdasarkan beberapa pendapat dari tokoh-tokoh tentang asal-usul bangsa indonesia adalah sebagai berikut :
a.        Max Muller menyatakan bahwa asal dari bangsa indonesia adalah daerah Asia Tenggara. Namun dari pendapat Max Muller ini tidak begitu jelas alasannya. Barangkali max muller menarik kesimpulan dari pendapat-pendapat para ahli lainnya.
b.        Prof. Dr. H. Kern menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Campa, kochin Cina, Kamboja. Kern juga menyatakan bahwa nenek moyang bangsa indonesia mempergunakan perahu-perahu bercadik menuju kepulauan indonesia. Pendapat kern ini didukung dengan adanya persamaan nama dan bahasa yang dipergunakan di daerah-daerah tersebut dengan daerah-daerah di indonesia. Hal ini disebabkan karena obyek penelitian dari kern adalah tentang persamaan bahasa, pada nama-nama binatang dan alat-alat perang. Di samping itu, pendapat kern ini sangat besar dipengaruhi oleh pendapat Willem Smith.
c.         Willem Smith menyatakan dalam penelitiannya tentang asal-usul bangsa indonesia melalui penggunaan bahasa oleh bangsa indonesia. Willem Smith membagi bangsa-bangsa di Asia atas dasar bahasa yang digunakannya, yaitu bangsa yang berbahasa togon, bangsa yang berbahasa Jerman dan bangsa yang berbahasa Austria. Kemudian bahasa Austria dbagi dua, yaitu bangsa yang berbahasa Austro Asia dan bangsa yang berbahasa Austronesia. Bangsa – bangsa yang berbahasa Austronesia ini mendiami wilayah indonesia, melanesia, dan polinesia.


LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN PMR MAN BAYAH



BAB I
PENDAHULUAN


            Berkat Rahmat Allah yang maha segalanya kami telah melaksanakan kepengurusan PMR di MAN Bayah, meskipun harus kami akui bahwa kerja kami selama setahun ini jauh dari kata sempurna. Tapi usaha demi usaha telah kami coba semaksimal yang bisa kami lakukan. Hal ini telah membuktikan bahwa pergantian kepengurusan merupakan hasil dari kerja kami yang selalu berusaha untuk sebaik – baiknya. Meski kami belum mampu memberikan sesuatu yang amat sangat berharga bagi semua pihak yang ada di sekeliling kami.
            Oleh karena itu kami membuat LPJ ini yang berisi mengenai masalah – maslah atau hambatan serta perkembangan – perkembangan yang baik, yang di hadapi oleh PMR, baik yang bersipat intern maupun ekstern. Oleh karena itu, segala sesuatu yang terjadi dalam kepengurusan ini akan kami sampaikan melalui LPJ ini.
Untuk itu, kami sebagai pengurus PMR MAN Bayah periode 2007 – 2008 telah berupaya sebaik mungkin untuk dapat mengembangkan PMR MAN Bayah, khususnya di kalangan pelajar, dan umumnya masyarakat yang ada di lingkungan kami. Serta upaya yang sangat keras pula telah kami coba untuk memajukannya.

BAB II
KONDISI INTERN DAN EKTERN
PMR PERIODE 2007/2008


A.           Kondidsi Intern
Dengan terpilihnya kami sebagai WIRA di PMR MAN Bayah, dengan tulus kami ingin berbuat sebanyak mungkin untuk kepentingan organisasi dan sekolah secara demokratif, kreatif dan inopatif, namun apa dayanya kami, hanya keinginan dan rencana saja yang coba kami kondisikan dan alhamdulillah meski jauh dari 100 % program kerja yang kami rencanakan telah kami laksanakan.
Walaupun demikian, kami pengurus PMR di hadapan sekolah belum dapat memberikan sesuatu secara maksimal. Di karenakan banyak sekali hambatan – hambatan yang kami hadapi.
Adapun beberapa hal yang telah kami rasakan khususnya saya sebagai ketua PMR, berbagai hambatan dalam kepengurusan kami di antaranya adalah :
1.             Kurangnya kesadaran keaktifan, keterampilan dan kedisiplinan serta kerja sama antar pengurus terutama di tingkat WIRA (senior).
2.             Kurangnya pemahaman akan kinerja dan dan program kerja selaku pengurus PMR.
3.             Kurangnya dukungan / partisipasi serta kepercayaan dari berbagai pihak terutama siswa MAN  kepada kami.
4.             Kurangnya rasa kebersamaan dalam menjalin kekeluargaan dengan organisasi yang ada di lingkungan sekolah.



RANGKUMAN TES DAN PENGUKURAN PENDIDIKAN OLAHRAGA

BAB I
PENDAHULUAN TES DAN PENGUKURAN

Dalam proses pembelajaran tes dan pengukuran merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan evaluasi. Tes merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dari suatu obyek yang akan di ukur, sedangkan pengukuran suatu proses untuk memperoleh data, data diperoleh dari hasil pengukuran yang sipatnya obyektif dapat dijadikan dasar penilaian dalam proses pembelajaran.
Apakah evaluasi itu? Untuk memberikan jawaban evaluasi, baiklah kita tinjau beberapak konsep evaluasi ini. Evaluasi berasal dari kata evaluation. Pengertian evaluation berdasarkan kamus inggris, indonesia, yang disusun oleh Ochalaos dan Sahadily (1981) bahkan evaluation berarti evaluasi, jadi menurut Scot dan French (1959) dapat yang artinya evaluasi itu suatu proses untuk memberikan gambaran terhadap pencipta yang telah ditetapkan.
Berdasarkan para ahli bahwa evaluasi merupakan suatu proses informasi yang diperoleh melalui proses pengukuran dan berdasarkan suatu kriteria. Untuk melakukan penilaian program pendidikan harus memperhatikan prinsip-prinsip pengetesan dan pengukuran.
Guru penjas sebagai dasar dalam melaksanakan penilaian keberhasilan suatu program pendidikan tergantung pada prinsip-prinsip tes dan pengukuran.

Adapun prinsip-prinsip tes dan pengukuran sebagai berikut :
1.             Sebagai alat untuk mencapai tujuan
2.             Pengukuran berhubungan dengan tujuan
3.             Penentuan dengan kebutuhan
4.             Menentukan kebutuhan, peralatan, bahan dan metode
5.             Pengukuran lebih luas dari pada tes
6.             Pengukuran objektif dan obyektif

Fungsi tes dan pengukuran merupakan bagian integral dalam proses evaluasi kegiatan belajar mengajar. Pengukuran merupakan salah satu tekhnik dalam evaluasi. Khususnya dalam proses pengumpulan data diperlukan pengukuran yang sipatnya obyektif adapun cri-ciri pengukuran adalah bersipat tepat bersipat obyektif bersipat kuantitatif, hasilnya dapat di olah secara statistik
Fungsi tes dan pengukuran adalah menentukan ststus dan mengadakan klasifikasi.
Suatu tes akan di katakan baik bila tes memenuhi beberapa indikator yang mencerminkan kualitas tes atau alat ukur yaitu derajat kualitas reabilitas dan obyektipitas, ekonomis, kepraktisan dalam pelaksanaan mempunyai nomor 4.
Tes yang paling palid adalah tes yang dapat mengukur apa yang hendak diukur, pali di atas mempunyai 4 jenis yaitu :
1.             Paliditas isi
2.             Paliditas konstruksi
3.             Paliditas stara
4.             Paliditas prediksi