KATA SAMBUTAN BLOGGER TGL PEMBUATAN 01 MEI 2013

PERHATIAN BUAT TEMAN-TEMAN SEMUA YANG SELALU MENGUNJUNGI BLOGGER SAYA JIKA INGIN MAKALAHNYA LENGKAP DARI BAB I SAMPAI BAB III /IV SILAHKAN DI DOWNLOAD FILENYA , OK....

Monday, July 1, 2013

MAKALAH PERAN PERS DAN MEDIA TERHADAP PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK DALAM RUANG SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Berbicara mengenai komunikasi berarti berbicara mengenai media. Media kini sudah menjadi bagian dari hidup manusia yang sudah tidak dapat terpisahkan. Sejak kecil, seorang anak sudah dikenalkan dengan media sebagai bentuk sosialisasi. Setiap hari dan setiap saat kitas selalu berhubungan dengan media. Salah satu bentuk media yang paling dekat dengan hidup masyarakat adalah media massa. Media massa, sesuai namanya, dapat diartikan sebagai media penghubung atau media komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Masyarakat memperoleh segala macam pengetahuan mengenai berita dan informasi yang terjadi setiap hari melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun elektronik, yang dibuat oleh para jurnalis. Sebagi pers, jurnalis sangat berperan penting dalam menentukan isi media. Isi media sangat berpengaruh pada sikap dan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satu bentuk nyata dari pengaruh media terhadap masyarakat adalah munculnya pendapat umum atau opini publik di tengah masyarakat. Opini publik yang muncul akibat dari pemberitaan kasus atau isu-isu tertentu di media massa menggiring khalayak dalam bersikap dan berpikir. Pada akhirnya, dari pers, media, dan publik yang kemudian membentuk suatu opini publik terhadap suatu hal akan menghasilkan sebuah lingkaran sistem komunikasi yang menunujukkan bahwa setiap unsur dalam sistem tersebut saling terkait satu sama lain dan suatu hal yang dihasilkan oleh salah satu unsur akan menyebabkan adanya tanggapan atau feedback dari unsur yang lain.
Sebagai contoh, salah satu isu yang sempat menjadi berita hangat di tanah air dan  menggiring opini publik adalah berita perseteruan antara KPK dengan Polri yang sangat jelas memberi berdampak luar biasa bagi masyarakat. Hal ini bukan saja karena melibatkan dua institusi yang seharusnya memberikan contoh penegakan hukum, tetapi juga karena kasus ini sudah mengarah pada gengsi antar lembaga. Polisi merasa gengsi dan harus membela diri karena (merasa) dipojokkan, sementara itu KPK bisa menjadi besar kepala karena merasa didukung oleh semua elemen masyarakat. Namun, perseteruan ini masih menyisakan persoalan karena semakin membuat rumit opini yang berkembang di masyarakat. Pihak kepolisian membela diri, sementara KPK juga tidak jauh berbeda. Masyarakat yang tidak kritis tentu akan menerima begitu saja berita-berita yang berasal dari media massa. Akibatnya maka muncullah opini publik di tengah masyarakat mengenai Polri dan KPK. Ketika masyarakat ternyata lebih berpihak pada KPK maka media pun semakin mengagendakan bahwa masyarakat memang harus mendukung KPK, dengan  kata lain, media menggiring opini publik agar opini tersebut semakin kuat.
Selain itu, sebagai suatu sistem komunikasi, antara pers dengan media dan keterkaitan keduanya terhadap timbulnya opini publik, keduanya sudah seharusnya berkewajiban dalam memberikan informasi dan berita yang bertanggung jawab, khususnya bila berita tersebut memang dimaksudkan untuk menggiring opini publik maka baik pers maupun media harus benar-benar obyektif dalam membuat pemberitaan dan tanpa adanya bias sedikit pun. Karena terkadang dengan adanya bias tertentu membuat berita menjadi tidak obyektif dan bila diberikan kepada masyarakat yang kurang kritis dalam menanggapi berita maka akan berita tersebut akan dianggap sebagai sesuatu yang benar sesuai dengan kacamata media dan pers yang menulis berita.
Saat ini pembahasan mengenai opini publik menjadi semakin menarik karena melibatkan banyak unsur dan elemen, serta berbagai macam faktor yang mendukung. Seperti halnya kasus “Cicak vs. Buaya” yang kemudian berhasil membawa opini publik untuk mendukung KPK, di Indonesia, peran pers dan media sangat mempengaruhi arah pandang masyarakat terhadap suatu isu atau kasus tertentu. Oleh karena itu, berdasarkan uraian hal-hal tersebut, penulis membuat sebuah pengamatan kepada masalah ini, yaitu pengaruh yang dihasilkan oleh media terhadap munculnya opini publik dengan harapan dapat menambah pengetahuan mengenai seluk-beluk pers dan media baik untuk diri penulis sendiri maupun untuk orang banyak. Oleh karena itu, penulis memberi judul makalah ini “Peran Pers dan Media Terhadap Pembentukan Opini Publik dalam Ruang Sistem Komunikasi Indonesia”.

1.2. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah dengan judul “Peran Pers dan Media Terhadap Pembentukan Opini Publik dalam Ruang Sistem Komunikasi Indonesia” ini adalah untuk mengulas lebih dalam mengenai pengaruh yang dihasilkan oleh pers dan media massa terhadap pembentukan opini publik atau pendapat umum di tengah masyarakat di lihat dalam ruang lingkup sistem komunikasi Indonesia, serta untuk memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pengantar Jurnalisme Semester Ganjil tahun 2009, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment